Kong Sifu

Suatu hari Kong Sifu bertanya kepada murid-muridnya tentang bagaimana menjernihkan sungai yang keruh.

Jawaban yang diberikan oleh murid-muridnya sangat beragam, mulai dari menggunakan filter, menyiduki kotoran-kotoran yang ada di dalamnya, menaburkan bubuk pembersih (mungkin semacam kaporit atau abate ~ entahlah), hingga muncul ide untuk mengganti sumbernya supaya air yang mengalir senantiasa bersih.

 

Diluar dugaan, jawaban Kong Sifu sangat sederhana, yaitu dengan cara menenangkan sungai tersebut.

 

Ya.

Sungai menjadi keruh karena bergejolak bukan?

Untuk menjernihkan sungai yang keruh, kita harus mendiamkannya supaya tenang.

Ketika kotoran sudah mengendap, permukaan sungai akan menjadi tenang, dan memungkinkan kita untuk mengambil bagian air yang bersih dan jernih.

 

Disclaimer: Diambil dari salah satu artikel mingguan “The Ultimate U” oleh Rene CC di harian Kompas. 

 

Ya.

Pikiran yang keruh  sering menghalangi kita untuk berpikir jernih, karena terlalu banyak muatan yang berlalu lalang di dalamnya.

Seringkali, kita dibuat bingung dan panik atas nama pemecahan masalah.

Tanpa kita sadari, sumber masalahnya adalah diri kita sendiri.

 

Kitalah yang ‘grusa-grusu’ ingin segalanya serba cepat selesai.

Kitalah yang ‘kanciong’ ingin segala sesuatu seperti yang kita mau.

Padahal, hidup tidak seperti itu.

 

Tidak ada yang instant dalam hidup ini.

Semuanya perlu proses.

Hormati itu.

 

Masalahnya, kita seringkali panik dan tidak yakin akan hasil baik yang akan kita tuai di akhir proses, yang mengakibatkan kita tidak bisa menikmati tahapan dalam proses.

 

Proses= perjalanan = enjoyment. 

Di masa proses, kita mengalami jatuh – bangun, naik- turun, susah – senang, yang semuanya ditujukan untuk membentuk karakter kita.

Kalau kita bisa ‘endure the process’, berarti kita siap untuk menuai basil baik.

Cara pikir dan cara hidup selama diproses, menentukan besar- kecilnya hasil yang akan kita tuai.

 

Yah, lihat saja cara orang menyaring bubuk kopi.

Makin lama disaring, makin halus bubuk yang didapat.

Implikasinya, butuh waktu yang tidak sebentar, dan harus disaring berulang-ulang kali; dan tidak jarang pula, disaring menggunakan alat yang sama.

 

Akan ada rasa jenuh.

Akan ada rasa ‘nggronjal’ dalam hati kita.

Akan ada rasa iri ketika melihat orang lain sudah lolos saringan, sementara kita masih disaring.

 

Itulah proses.

Panjang – pendeknya proses, bergantung dari attitude kita.

Kalau kita ‘nggrundel’ instead of ‘legowo’, ya makin panjang rasanya, makin lama kelarnya, makin kabur hasilnya, karena tertutup oleh ‘kekeruhan pikiran’ kita.

 

Makanya,

 

Resep sederhana saat ada dalam proses adalah tetap tenang.

Nyantai ,,, kayak di pantai ,,,

 

Tenang bukan berarti tidak melakukan usaha apapun.

Tenang bukan berarti duduk diam mengharapkan hasil dari langit.

 

Definisi ‘tenang’ menurut pengalaman hidup saya bersama Tuhan adalah: menghabiskan lebih banyak waktu untuk berdiam dengan Beliau.

Berdoa, merenungkan firman, dan menyadari 100% bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup saya adalah rencana Tuhan.

 

Berdoa adalah kesempatan untuk mencurahkan segala keluh kesah kepada Tuhan.

Dengan kata lain, saya memindahkan beban hidup saya ke pundak Tuhan.

Enak kan?

Memang 🙂

Makanya, ikut Tuhan 🙂

 

Nah, sekarang beban saya sudah berkurang ~ I am lighter.

Saya bisa menggunakan energi untuk fokus pada hal lain, misalnya: to recite His words.

Alih- alih fokus terhadap masalah, lebih baik fokus terhadap firman Tuhan.

Jelas- jelas lebih memberkati 🙂

 

“What you focus on, will determine what you become.”

Itulah yang sering diucapkan pastor Kong Hee kepada kami, which is true.

 

Meminjam bahasa @renecc : “Lu fokus pada masalah, ya lu bakal menuai masalah, sob. Fokus pada yang baik dong, yang membangun spirit dan membawa excitement buat jiwa elu.”

 

Hahaha,, yes.

Dua tokoh tersebut merupakan rockstars yang saya kagumi, selain @edwardsuhadi @jeffreyrachmat @josecarol @nalawidya @ernestprakasa dan @pandji , tidak ketinggalan almarhum Steve Job.

Lain kali saya kupas  tentang rockstars ya.

 

Ya.

Di kehidupan yang pikuk ini, ketenangan menjadi sesuatu yang mahal, bahkan di komoditikan alias bernilai jual bagus.

Lihat saja, berapa harga kondominium yang dilengkapi dengan security system canggih plus security guard bersertifikat, dengan jaminan tingkat privasi tinggi.

Bukankah semua itu diinvestasikan untuk mendapatkan ketenangan saat berada di rumah?

 

Di sisi lain, saya mendapati bahwa orang-orang yang tinggal di perumahan KPR tipe 21 pun bisa hidup tenang tanpa satpam kompleks yang patroli layaknya pemukiman real estate.

Pemulung, pengamen, pengemis, dan peminta sumbangan bisa datang setiap hari mengetuk pintu rumah mereka. Namun, mereka tetap bisa tinggal nyaman di rumah hunian tersebut.

 

Dalam hal ini, saya tidak membandingkan asset ya.

Namun, lihatlah lebih dekat.

 

Ketenangan berasal dari kejernihan hati dan ketulusan jiwa. 

 

Sounds naive?

Haha,, saya pribadi mempercayai pernyataan di atas.

 

Ketika lu bisa tenang, lu jadi bisa mikir dengan benar.

Pemikiran yang benar akan mendatangkan banyak ide cemerlang.

Ide-ide cemerlang adalah benih lahirnya projects.

Kalau sudah begini, tinggal mengejawantahkannya menjadi sebuah planned project. Ini adalah tahap dimana kita bisa me- list down kebutuhan.

Butuh menghubungi siapa saja, butuh modal berapa, butuh survey kemana, butuh beli barang apa saja, nah itu semua bisa kita selesaikan di tahap ini.

Well planned project sangat diperlukan di tahap aplikasi.

“If you fail to plan, you plan to fail.”

As simple as that.

 

Jadi, masih perlu waktu berapa lama lagi untuk tenang?

 

Mens sana in corpora sano ~ A healthy mind in a healthy body.

Lanjutan versi saya: A healthy body produced by a healthy soul 🙂

 

@erniesarra april52014

4 thoughts on “Kong Sifu

  1. Gw suka part ini “Nyantai ,,, kayak di pantai ,,,” Ahahaaa..
    Waoowww, Jeffrey Rachmat, Nala Widya.. I like them also!!
    Have u ever heard Johan Lumoindong? Try to listen his speech, sis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s