Cerita Hari Senin

 

Hari Senin, hari nan bahagia,

gua punya cerita.

Dari malas berangkat kerja,

hingga salah pasang pigura.

Mulai ketemu anak- anak lucu ceria,

sampai beli roti mentega.

Enggak semuanya enak didengar,

But at least ga bikin buyar.

Nah, daripada mendem,

mending I tell them.

Lebih berfaedah,

lebih membawa berkah.

 

***

Yes, I am a pre-school teacher and I meet children everyday.

I’ve been working in this Lion city for more than 1Y.

All I can say is I am extremely burnt in here!

 

For some reasons, I hoped for weekend extension ~ which definitely won’t happen.

 

Gua kepingin ngaso lebih lama ~ yah, dambaan semua orang.

 

Oya, kali ini gua cerita tentang hari Senin versi pribadi ya.

Jadi, bahasa gua bakal random. Hahhaha,,,

Maklumlah, gua gadis Jawa yang besar di Semarang, meniti karir mengajar di Bandung, hingga akhirnya memutuskan to spread my wings and soar.

Dan sekarang, mendaratlah gua di negeri Singa.

 

Jujur,

hari ini gua malas sekali ngantor. Pinginnya nerusin bobok di kasur atau baca buku di kamar. Pokoknya pingin ‘me time’.

 

Tapi enggak bisa begitu.

 

Pekerjaan adalah komitmen.

Yang namanya commit ya nggak bisa enggak harus ditaaati.

Kalo kerja nurutin mood, Singapur ga akan jadi seperti sekarang ini.

(gua ga bermaksud nyepet, gua nabrak)

 

Yah harus diakui, bahwa sistem pemerintahan di negara ini memang tertata dan dikelola dengan baik.

 

Puji Tuhan, gua berhasil melewati hari ini dengan penuh sukacita.

By the way, sukacita itu datang karena gua memilih untuk bersuka cita.

Orang2 dengan tipikal nyebelin + orang2 yang kurang tahu diri mah masih terus mengitari gua.

But once again, I choose to rejoice 🙂

 

Gua dapet tugas dari si boss untuk mengganti display Emergency Escape Road di skul.

Yah, karena communication breakdown, gua salah memasang pigura di beberapa lokasi display.

Ya, dapet kultum soal teknis deh.

Gpp, bener2 soal teknis kok.

Boss gw mah baeekk,,, super baek!

Sometimes, gua ternganga, bagaimana ada orang sebaik dia di negeri yang super kiasu & super kepo ini.

Ckckck,,, KUDOS to the BOSS!

 

Akhirnya, si boss keliling nunjukkin cara pasang display yang bener.

Tuh, baik kan 🙂

 

 

Cerita gua nggak lepas dari anak-anak.

Ada seorang murid yang mengganti lirik lagu dengan nama gua.

Alhasil, cuma nama gua seoranglah yang terdengar di sepanjang lagu. Hahahhahaaaa :)))))

LUCU!

 

Ada seorang lainnya yang brighten my day, her name is Arissa.

Ini anak cewek ukuran petit dengan tingkat celotehan super stereo.

Arissa selalu punya hal untuk diceritakan setiap hari; mulai dari papa nggak ngantor karena udah kebanyakan duit, dia nangis sebelum ke skul karena roti keju miliknya dimakan papa (and papa didn’t say sorry err,,, ), sampai komplain tentang bekal sekolah yang nggak sesuai seleranya.

Menurut día, orang2 di rumah itu tahu ‘kesukaannya’ ~ yah, dia anak tunggal sih. She is the queen at home.

Lucu banget.

Hahahha,,, apalagi dengan gaya bicara dia yang khas Singaporean *oopss,,,

 

And finally, si kembar yang nggak tahu on how to send a flying kiss.

Hampir aja bibir gue disosor oleh balita usia 2th *nyosss,,,,

Bisa kena pasal gua >.<

 

.

.

.

Now is time for the unlikely story.

 

Oya, just for a reference aja, gua nulis ditemeni alunan cover To Make You Feel My Love by Sidmo. Nih, link nya: http://www.youtube.com/watch?v=rdBOfj3WhlY

 

Salah Paham.

 

Disalahi dan tidak dipahami.

Itulah definisi salah paham menurut gua.

 

Kenapa bisa disalahi? Karena nggak ada pihak yang berinisiatif untuk terbuka duluan.

Pinginnya, lu ngerti gua tanpa gua perlu ngerti elu.

Yah, manusiawi.

Masih manusia kan?

🙂

 

Salah paham yang terus- menerus akan berujung pada konflik.

Konflik ya, bukan corn flake. Itu mah demenan Arissa. Lol.

 

See, conflicts is a gap between expectation and reality. 

 

“Gua expect dia untuk mengerti keadaan gua sekarang ini;

Gua perlu dia menelisik lebih dalam sebelum nge-judge.”

Itu expectations dari kita.

 

But,

 

Space pikiran mereka bukan hanya untuk kita.

Bahkan, kalo mau jujur mah, mereka nggak mau ngertiin kita itu adalah sepenuhnya hak mereka.

Dan kalo kita bertingkah laku sebaliknya, itupun hak kita.

Cuma ingatlah, ada yang namanya hukum tabur tuai.

Apa yang lu tabur, itu yang kelak lu tuai.

 

Taburlah yang baik dan membawa benefit, supaya lu menuai buah yang baik. 

 

Respon.

 

Ini nggak kalah penting.

Cara kita merespon adalah cerminan attitude. 

Kalo lu respon lu ogah-ogahan, ya lu nggak jauh2 dari situ juga.

Kalo respon lu ‘meneng‘ alias ‘mendem jero‘, ya lu akan jadi orang yang easily hurt.

Padahal, kalo lu ‘ngomong’ alias ‘bloko‘, lu menghemat waktu untuk mengobati hati yang sakit.

 

But,

untuk terbuka butuh keberanian.

Butuh kerendah hatian.

Butuh kejujuran diri.

 

Again, itu keputusan. Itu pilihan.

 

Ada konsekuensi untuk setiap pilihan yang kita ambil.

 

Memutuskan untuk ‘tidak memilih’ -pun, tetap akan mendatangkan konsekuensi bagi kita.

 

Ya, begitulah hidup 🙂

 

Gua pun sering disalah pahami.

Rasanya?

Antara pengen teriak dan tenggorokan tercekat.

 

Sering kali, kita dihadapkan pada dua pilihan: diam atau bicara.

 

Gua, nggak bisa sespontan itu dalam mengambil keputusan.

Personality gua yang cenderung pemikir, akan sering membawa gua untuk diam dan membawa pulang masalah untuk dipikirkan, sebelum akhirnya memutuskan what to do.

 

Hanya saja, gua sudah berkomitmen untuk tidak memendam sampah.

Jadi, kalau ada masalah, harus diselesaikan, harus dibereskan.

Perkara mikirnya lama, itu bukan masalah.

Yang penting, enggak gua biarkan berlarut-larut.

 

Nah, sekarang waktunya gua menutup post.

 

Belajar dari lagu “Let It Go” yang sekarang populer dimana- mana, penting buat kita untuk jadi diri sendiri, dan tampil apa adanya.

Gua bukan penggemar Frozen, gua bahkan ga pernah nonton film animasi yang satu ini.

Gua lebih suka Cars atau Despicable Me dibanding film2 model princes.

Tapi, bukan berarti ga bisa dijadiin inspirasi.

Cos nyatanya, Frozen telah menginspirasi generasi 2014.

Seiring dengan OST nya yang terkenal itu, muncullah bermacam-macam versi parodinya.

Yang paling gua suka adalah parodi versi Chicago (ada di wall fb gua), but yang paling membanggakan adalah parodi versi Sunda “Antepkeun” yang aseli bikin ngakak jejumpalitan wkwkwkwkkk!!! (ada di wall fb gua juga btw :D)

 

Tapi, untuk setiap ke-salah paham-an yang terjadi dalam hidup, jangan pernah di- antepkeun.

Kalo kelamaan, bisa frozen.

 

@erniesarra, April072014

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s