Greeting from Bandung!

Hello, Bandung ! I’m here! ^_^

Been spending a long nite to reach here. Luckily, I’ve booked @pulasinn since months ago, can’t imagine if I came without pre booked. Err…

By the way, I am still waiting in the lobby, waiting for another guest to check out.

Okay, this is something unacceptable, but in here, we’re all know that we’re expecting this.

Woles 🙂

 

Saya tidak bisa menikmati perjalanan darat dari Semarang ke Bandung semalam. Bus kelas Executive yang saya harapkan bisa memberikan kenyamanan, ternyata jauh dari harapan.

Bus datang terlambat lebih dari 1 jam, kondisi bus yang kurang representatif, penumpang seat sebelah yang kurang tahu diri (kalau tidak bisa disebut tidak tahu diri), lengkap dengan noise level penumpang yang gaduh.

Saya membayangkan akan menghabiskan sepanjang malam menyelesaikan beberapa articles dan translation yang tertunda. Tapi, jangankan untuk ngetik, sekedar dudukpun sudah nggak nyaman 😦

Saya juga nggak bisa tidur karena penumpang sebelah mengambil separuh jatah seat saya 😦

Akhirnya, saya pasang earphone sepanjang malam untuk membunuh sepi.

Pulas nggak pulas, asal merem deh.

 

Beruntung, supir bus dan assistentnya cukup ramah.

Turun dari bus, saya disapa oleh seorang supir taxi Gemah Ripah yang (sejauh ini sih) friendly punya. Saya diantar dengan selamat ke penginapan di jalan Hegar Asih no. 4 alias Pulas Inn, silahkan colek di @pulasinn .

Si mas supir ini juga akan mengantar saya pergi ke gereja pukul 10 nanti. Kalau service nya oke, saya akan terus meminta dia menemani saya selama saya di Bandung.

Yah mahal dikit, tapi saya enjoy. Bisa menikmati liburan dengan hati damai sejahtera. Haha.

 

Saya dengar, Bandung banyak berubah. Ada beberapa public parks yang dibangun untuk masyarakat, Culinary Nite di beberapa titik area, hingga free wifi yang tersedia di area- area protokol kota Bandung. Jadi, para fakir wifi nggak perlu kuatir lagi, tinggal merapat ke lokasi free wifi terdekat. Hehehe.

 

Saya pribadi hanya perlu belanja.

Belanja dalam kamus saya adalah membeli barang- barang yang memang saya perlukan dan tidak bisa saya dapatkan di tempat saya tinggal sekarang. Kalaupun ada, harganya muahal. Haha. Sayang duit 😀

Saya bukan pecinta kuliner, jadi saya juga tidak akan berkeliling cari makanan. Paling-paling cuma mampir beli Gepuk Ny. Ong titipan housemate, dia memang demen kuliner haha.

 

Bandung berkontribusi besar dalam hidup saya. Saya telah menghabiskan 7 tahun mengajar di Bandung, dari sekolah National Plus hingga International. Jumlah teman yang saya kenal di Bandung juga lebih banyak dibandingkan dengan teman di kota asal saya, Semarang.

 

Nah, sekarang saya sudah check in, saya harus merapikan barang- barang saya supaya kamar jadi nyaman untuk saya tempati. Kalau masih ada waktu, saya mau merem sebentar. Ya, barang 20- 30 menit lumayanlah untuk melepas penat 🙂

 

Unas agradables vacaciones 😉

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s