Wait Perfectly Or Don’t Wait At All

photo

Lama tinggal sendiri di negeri orang membuat saya lupa bagaimana rasanya tinggal bersama keluarga di rumah.
Sebagian orang memang lebih suka tinggal sendiri, karena mereka menyukai private space untuk lebih produktif; saya termasuk ke dalam kelompok ini. Haha bukan contoh yang ideal ๐Ÿ˜€

Ya. Saya tidak bisa mentolerir asap rokok, rumah kotor atau berantakan, volume suara tinggi, respon lambat dan susah move on. Tinggal serumah dengan orang- orang tipe tersebut akan membuat saya darah tinggi dan punya kemungkinan mati lebih cepat.

Sounds arrogant? Well, I’m just trying to be clear since the very beginning.
But however, I treasure my family at most! ^,^

Bisa jadi, cara saya mengekspresikan bahasa kasih kepada mereka memang berbeda dengan tradisi atau kewajaran yang terjadi di lingkungan kami.

Mbah Kung (sebutan untuk kakek) seorang perokok, beliau tidak bisa hidup sehari tanpa rokok. Saya, terang-terangan menyatakan perang terhadap habit beliau yang satu ini. Menyambut kepulangan saya ke rumah, bukanlah hal mudah untuk Mbah Kung.

Saya pulang = kebebasan merokok hilang.

Ya, silahkan saja merokok, tapi ke lapangan RW, dan bukan di dalam rumah. *maaph, Mbah*
Meskipun masih sesekali menggerutu, Mbah Kung tetap pergi juga hahaha *makasih, Mbah*
Disinilah saya menyadari betapa Mbah Kung mengasihi saya ๐Ÿ™‚

Mama saya bukan tipe orang yang peduli dengan house interior design. Hal ini bisa dilihat dari cara beliau menata rumah. Aseli, berantakan *_*
Saya mudah senewen terhadap hal ini, apalagi kalau sudah sampai ke urusan kamar mandi. Wah, bisa jadi, ekspetasi saya akan sangat tinggi untuk mereka. Kalau sudah begini, tingkat stressor Mama akan cenderung meningkat, karena beliau merasa tidak bisa mengakomodasi kenyamanan saya.

 

But my mom knows it is her weakness.

Mama saya nggak tinggal diam, beliau berusaha meng-host selama saya di rumah.
Mama tetap ingat kebiasaan saya ngopi Indocaffe Coffemix, menyediakan buah- buahan segar untuk saya konsumsi, dan menyiapkan kasur + kipas angin sejuk supaya saya bisa beristirahat dengan nyaman ๐Ÿ™‚
Saya nggak ragu bahwa Mama mencintai saya.
Begitupun dengan almarhum Ayah ๐Ÿ™‚

 

Mbah Rayi (sebutan untuk nenek) termasuk tipe susah move on *oopss*
Memang benar kok,,, hahahaha! Saya sendiri sering mengatakan hal ini kepada beliau.

Maksudnya susah move on?
Iya, susah move on. Nggak bisa melupakan masa lalu dan susah melihat ke depan. Ngerti kan? Saya hampir mati bosan setiap kali ditanya, “Kapan punya pacar?” Karena sampai sekarang saya memang masih sendiri. Bukan apa-apa, memang belum bertemu pria yang tepat.
Saya pribadi nggak keberatan menunggu sedikit lebih lama untuk bertemu pria yang tepat ketimbang salah memilih pasangan hidup. Sekali salah, ruginya seumur hidup +_+”

But again, they don’t live in my era.
The way they see things could be extremely different with me.

Jadi, kalau Mbah Rayi sudah mulai nanya soal begituan, saya juga harus langsung meningkatkan self control level. Haha.

Control myself not to be responsive, control myself not to be aggressive against her.

Soalnya, percuma saja. Mau dijelaskan sepanjang apapun, ujung-ujungnya tetep aja nanya, “Kapan punya pacar, nduk?”
Saya : โ€ฆ -__-โ€œ

 

Begitulah ๐Ÿ™‚
Beda orang beda persepsi.
Beda persepsi bakal beda aksi.

Saya sih mending sabar menunggu pria yang memiliki persamaan persepsi hidup dengan saya, punya visi yang bisa kami bangun bersama, supaya kami bisa bersinergi.
Itulah yang saya sebut dengan hukum multiplikasi dalam relationship.

“For two is better than one, only if those two can synergies each other,” @erniesarra.

Ngomong-ngomong soal family, ada video pendek berisi percakapan antara saya dan Mbah Kung tentang kandidat presiden yang sangat berkesan.
Soal video editing, saya masih sangat amatir. Jadi, kalau hasil olahan berikut ini jauh dari sempurna, mohon anda memakluminya. ๐Ÿ™‚

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s