Ya udahlah … :)

IMG_2264 (1)

 

“Kapan kawin, nduk?” 

Pertanyaan yang hampir pasti akan saya terima setiap kali bertemu keluarga. Tak peduli keluarga kandung atau cuma sebatas sanak famili.

Bosan? Banget!

Tapi, ya udahlah … 🙂

“Lu ngajar anak- anak TK sampe ke Singapur? Jauh- jauh amat. Disini juga banyak kalee.” 

Komentar yang wajar terdengar saat mereka tahu apa yang saya hidupi.

Kesal? Oh to the max!

Tapi, ya udahlah … 🙂

“Kamu kalau punya waktu lebih, sana bergaul, biar dapet pacar, jangan kerja mlulu. Liburan malah workshop ke sekolah-sekolah. Kamu nanti ngejomblo terusss …”

Sering banget dapet kultum model beginian. Biasanya dari orang-orang yang nggak akan tahan melajang (baca: nggak pacaran) lebih dari 2 tahun.

Hahaha … ya udahlah … 🙂

“Ngapain sih ngeset janji ama orang-orang? Kudu keluar ongkos, mana sering juga kudu bayarin makan. Udah, makan di rumah aja. Irit.”

Memang betty antara irit dan pelit 😛

Bedanya Tyypiiss …, tapi, ya udahlah … 🙂

“Kamu makan cuma daun ama biji?! Kamu kan perlu tenaga! Makan nasi dong! Manusia juga perlu cadangan lemak, minyak itu penting!”

Wkwk! Yang ini nggak nahan banget!

Tiap kali dikomen begini, bisa dipastiken saya bakal nahan tawa sampe perut kesakitan =))))

Lha wong situ aja obesity, hampir tiap bulan ijin sakit, kok berani- beraninya ngajarin saya pola hidup sehat. Wkwkwk!!!

Ya udahlah … 🙂

***

Yang paling segar ya kemarin.

Ada yang nyeletuk, “Jadi, passion kamu tuh apa? Mana yang mau kamu kerjakan sekarang? Kamu harus jelas dong.”

Lucunya, komentar itu keluar dari mulut orang yang hidupnya sama sekali jauh dari passionate. Reaksi spontan yang ingin saya lakukan adalah berteriak tepat ke kupingnya,

“Emang lu ngerti passion itu makanan apa? Lu pernah belajar bahasan tentang passion dari Rene Suhardono, heh?”

Atau, 

saya inginnya melempar 1 jilid buku Ultimate-U nya Rene ke orang tersebut.

Tapi, tidak saya lakukan.

Hendak saya debat, tapi saya urungkan.

Pikir- pikir, percuma saja 🙂

Percuma saya bicara ke orang yang nggak mau dengar.

Nggak ada gunanya saya berbusa- busa memberikan pengertian tentang nilai-nilai yang saya pegang teguh ke orang yang memang nggak terlalu peduli.

Buang – buang energy.

Buang- buang waktu.

Capek hati.

Meskipun kesal, saya belajar diam.

Saya belajar tutup mulut.

Pulang ke rumah, buka- buka lagi journal lama, cek inbox, email dan timeline Twiter, ehh ,,, saya nemu statusnya Pandji Pragiwaksono. Katanya,

“Dewasa itu tau mana yg perlu ditanggepin & mana yg ga perlu.

Karena dalam hidup masih banyak yg lebih penting.”

BANGG!!!

This single status had successfully wrapped my day! WOOTTT!!!

 

Hufhh ,,, *tarik napas dalam-dalam*

 

Saya memang nggak punya banyak followers disocial media, karena motivasi awal bikin akun juga bukan untuk cari followers. Emangnye gue artis? Hehehe :))

Untuk saya, social media adalah platform berdiskusi, tukar ide keren dengan sesama netizens, sumber inspirasi, sekaligus wadah yang relatif aman untuk beropini dan berargumentasi.

Saya juga pernah ditanya, “Hah, hari gini masih ada yang main Twitter?”

Saya cuma jawab, “Ada”, sambil tersenyum.

Mau dilanjutin? Ogah.

Orang yang nanya itu memang nggak menggunakan social media sebagai sarana informasi. Ya udahlah … 🙂

Padahal, dari social media saya dapet banyak ilmu baru, saya makin ngerti cara pikir orang- orang keren seperti @ReneCC @pandji @edwardsuhadi @ernestprakasa @motulz @sambara35 bahkan orang muda sekaliber @captainruby .

Nggak cuma itu, saya bahkan berinteraksi dengan mereka. They just a click far.

Satu dari orang- orang keren itu sudah DM saya lho! Trus kita What’sAppan! Karya saya menarik perhatian doi!!!!

Senang tak terkiraaaaaa … aaa … aaa … !!!!! ^,^

***

Untuk saya pribadi, mereka- mereka adalah sosok yang bisa saya jadikan panutan.

Orisinil, keren, berdampak, pintar luar biasa, tetep good looking, tapi nggak songong dan jauh dari sombong 🙂

Kasarnya sih, mereka itu sudah luar biasa tenar, berhasil menghidupi apa yang mereka yakini, tapi mereka masih meluangkan waktu untuk scrolling down through the comments.

Komentar- komentar positif pasti bakal diafirmasi oleh mereka. Salut 🙂

Jadi, ya udahlah … 🙂

Orang memang beda- beda kan?

Beda chasing = beda sirkuit = beda sistem kerja 

Kalau masih ada yang ngeyel bilang,

“Tapi Tuhan kita kan sama! Jadi kita harusnya sama!”  =))))

Senyum aja sambil bilang, “Ya udahlah … :)”

My prayer for those people,

“May the light guide you home,

and you will have the courage to stay true to your passion”. 

#Allizwell #passion #twitter

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s