Tinggal Tunggu Waktu

Saya menulis lagu

Duh, jangan kaget gitu

Memang nggak banyak yang tahu

🙂

Nah, sewaktu pulang ke Semarang minggu lalu

Saya dibantu dua orang teman untuk membikin demo lagu

Mereka membantu sayapun nggak tanggung- tanggung

Hasilnya, saya sangat tersentuh

Ah sudah dulu ya berpantun

Sekarang saatnya jemari bersenandung

🙂

.

.

.

Saya mulai menulis lagu sejak 2014, entah bagaimana mulanya, saya nggak begitu ingat. Tiba- tiba keluar melodi, disusul lirik, lalu jadilah sebentuk lagu.

Dua lagu pertama yang saya tulis diaransemen oleh #SR ; dia ini mungkin titisan dewa gitar, main gitarnya ciamik syekalii! Ditambah lagi, #SR bisa membaca melodi lagu saya. Pokoknya, beautifully effortless deh! Tapi sayang, #SR ini sibuk sekali, cuma dua lagu itu saja yang sempat dia garap.

Oke, begini ya, saya bisa nyanyi dan nulis lagu. Tapi saya buta not balok dan cuma bisa main castanet, alias cetak- cetok keplak- keplok doang. Jadi, kalau cuma melodi dan lirik, ya nggak bisa dinikmati kan? Perlu musik. 🙂

Sejak produktif menulis lagu, saya jadi proaktif berkenalan dengan para musisi, saya kasih dengar lagu saya ke mereka, lalu minta dibantu supaya dibikinkan musik. Tujuannya ya supaya bisa didengar sendiri saja. Nggak lebih.

Entah sudah berapa kali permintaan saya di- PHP sebelum akhirnya ditolak; ada yang bilang itu hal wajar, apalagi nulungin saya nggak ada duitnya haha … 😅

Ya sudah, namanya juga minta tolong. 🙂

***

Menjelang akhir 2015, saya sudah menulis 10 lagu (baca: melody dan lirik sudah terbentuk, tapi belum ada musiknya) dan saya masih tetap rajin approach musisi sana- sini.

Ditolak yang lama ya kenalan dengan yang baru, kalau masih juga ditolak oleh yang baru, ya cari lagi yang baru. Begitu saja terus. Hehe …

 

Sebenarnya, sudah hampir putus asa. 

Bahasa Prancisnya “wes wae rak wes”. 

Kata pepatah Jawa, “forget it”.

 

Cuma saja, setiap kali saya pandangi barisan lirik yang sudah tersusun, atau saya dengarkan ulang melodi- melodi yang saya rekam di ponsel, seperti ada bagian hati yang patah kalau ini distop. #Tsahh

***

Kira- kira dua bulan yang lalu saya Whast’sApp Tirta, si imut kesayangan saya ini adalah seorang bassist.  Tirta biasa main bareng bandnya di Semarang, namanya Deven.

Tirta ini selain aktif bermusik, dia juga paham seluk beluk audio and sounds. Yang beginian masih jarang, jadi dia banyak dicari orang. Haha.

Dengan segala keterbatasan waktu dan energi yang ada, Tirta menyanggupi membantu saya. Wah!

Beberapa kali ditanya soal harga, cuma dijawab,

“Udah, sini kirim lagu-lagu lu, Kak. Nggak usah ngomongin soal bayaran.”

Duh, gimana nggak terharu coba … 🙂

Nah, sudah dapat musisi, pantang nanggung dong; saya What’sApp seorang imut lain untuk mendokumentasikan demo recording kita, namanya Eric. Si imut kesayangan yang satu ini sedang menggeluti photograpy and videography.

Eric cukup fleksibel menyesuaikan waktu dengan Tirta dan saya, yang percayalah itu jauh dari mudah. Butuh kesabaran extra, butuh karunia khusus untuk bisa tarik ulur dengan jadwal Tirta … :D”

Setelah cukup lama babibubebo, taktiktuktektok, sasisusesong, kita menyepakati 17 Juni 2016 pukul 09.00 WIB sebagai hari produksi! Horeee! ^^

Saya sempat bingung antara hari Kamis atau tanggal 17, 

Eric datang on time dengan perut penuh bunyi dan nyanyian, 

Tirta datang telat banget karena bangun kesiangan, 

plus handphone ketinggalan akibat terburu-buru ngegas motor. 

Kedengarannya hiruk pikuk sekali ya? Haha! 

Ya begitulah. 🙂 

Satu hal yang sangat saya syukuri, nggak satupun dari kita bertiga membiarkan muatan pribadi mengacaukan pekerjaan di studio. Kita punya yang namanya well developed interdependence. 🙂

Kalau saja kita punya cukup waktu untuk mempersiapkan demo recording ini, saya yakin hasilnya akan jauh lebih cemerlang!

Ini saja sudah sangat saya syukuri kok. Lima dari sepuluh lagu yang saya tulis telah didokumentasikan dengan pantas. Bukan mau ambisi jadi artis, bukannn!

Tapi saya hendak menghargai natural aptitude yang saya punya, saya menaruh value terhadap potensi yang saya miliki, sekaligus membangun hubungan dengan orang-orang yang supportif. Saya kembangkan dan saya kemas dengan penuh kelayakan, itulah cara saya menghormati karunia Tuhan. 🙂

.

.

.

Emosionil sedikit ya 🙂

Setelah mendengarkan hasil audio output demo lagu, seketika saya teringat pada photo “Husband Materials” di salah satu Facebook’s post Edward Suhadi (3 Juni 2016), seperti dibawah ini:

husband material

 

Di comment thread, saya menemukan seseorang yang iseng menggabungkan ketiganya menjadi satu, yang kemudian diberi judul “Ideal Husband”, sebagai berikut:

 

husband materials.jpg

 

Dimasa- masa awal saya menulis lagu, saya ingin semuanya ideal, sempurna, perfecto. 

Pinginnya, muatan musik yahud, vocal mulus, dokumentasi ciamik. 

String gitar empuk, falsetto lancar, mengkilap lewat lensa kamera.

Pinginnya. 🙂 

 

Tapi, kalau saya keukeuh dengan rentetan requierements di atas, demo recording ini nggak akan pernah jadi. Mau nggak mau, perlu adjust expectation; lha wong saya juga bukan penyanyi pro … LOL!

 

And more importantly, 

“An average idea executed well is always better than a great idea done badly.” 

(@paulscanlonuk , 21 June 2016)

 

Akhirnya, saya resmi mendeklarasikan bahwa saya berbahagia dengan hasil kerja bareng Tirta dan Eric. Chemistry dan synergy adalah variabel amat sangat mahal dalam teamwork. Soal menyempurnakan hasil, hanya tinggal tunggu waktu saja. 🙂

 

IMG_0322

 

Sebagai penutup, saya kasih dengar satu lagu saja ya. Satu saja, jangan banyak- banyak. Dududu …!

 

***

*Di dalam tulisan ini @tirtarocktis @yosoaeric @edwardsuhadi #SR 

*Pencantuman nama, inisial dan gambar di badan artikel telah mendapatkan persetujuan langsung dari orang pertama

2 thoughts on “Tinggal Tunggu Waktu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s