The Journey – #part2 (Tujuh Hari)

Tidak terasa sudah tujuh hari sejak saya tiba di Semarang, cepat sekali penanggalan berganti. Tidak terhitung berapa jam dan kilometer yang sudah saya tempuh untuk bertemu teman- teman baru. Yup! Saya memang mengagendakan liburan mudik kali ini untuk bertemu teman- teman baru. Bertemu muka dengan mereka yang sosok dan profilnya hanya saya kenal lewat Instagram dan Facebook, pun domisilinya berlainan kota.

Teman pertama yang saya temui bernama @arnandadw di Jogja, si Mas yang super santun ini sedang mengembangkan bisnis tas kamera @oliobags bersama dua orang teman yang lain. Saya datang menemui mas Arnanda karena ingin belajar bagaimana menyatukan passion ke dalam konteks bisnis.
Teman berikutnya yang saya temui adalah duo Errik dan Bang Benz di jalan Sumurboto, Semarang. Bang Benz bergelar Sarjana Ekonomi jurusan Akuntansi, sedangkan Errik mendalami seni arsitektur, mereka berdua menggunakan media komik untuk menyuarakan keresahan terhadap isu-isu sosial yang sedang berkembang di masyarakat. Saya sangat menggagumi cara pikir dan wawasan mereka yang luas; apalagi di jaman serba profit dan serba instant seperti sekarang ini, yang seperti mereka tergolong langka. Silahkan search @gumpnhell supaya Anda pun dapat ikut menyelami pemikiran jenius mereka. 
Ada seorang lagi teman yang berbaik hati mengajak rekan-rekannya sesama pengajar untuk ngobras dengan saya sewaktu mengunjungi Salatiga, ia bernama @aswanwinarto . Mas Aswan mengajak ibu Sani dan miss Abby yang sudah mengajar bertahun-tahun di Salatiga. Alhasil, wawasan saya tentang dinamika masyarakat di kota Salatiga pun bertambah luas. 
O iya, saya sempat bertemu dengan pak Arief Budiman di kediamannya di Salatiga; karena kondisi kesehatan beliau sedang tidak baik, saya hanya diijinkan untuk bertemu sebentar. Pak Arief berpesan bahwa konsistensi materi pengajaran dan kualitas pengajar memegang kunci penting dalam keberhasilan sebuah sekolah. Saya simpan itu baik-baik di dalam ingatan. Bertemu dengan mas Aswan dan pak Arif hanya perlu dua jam dari keseluruhan waktu saya di Salatiga, selebihnya saya gunakan untuk survey lokasi. 
“Survey lokasi? Benar, survey lokasi. 🙂 “
Visi yang saya miliki tidak bisa sekedar disimpan di dalam benak dan pikiran saja kan?
Saya perlu mengusahakannya. 🙂
Lebih giat membangun network, lebih rajin mengumpulkan info tentang iklim edukasi di Salatiga, dan yang pasti lebih konsisten menyuarakan visi tentang preschool yang hendak saya wujudkan kepada orang banyak. Dan memang betul kata coach Rene, bahwa visi yang jelas akan dengan sendirinya menarik orang-orang yang juga sevisi. 
Perjalanan saya masih panjang. Saya akan membutuhkan doa dan support dari anda – anda yang membaca tulisan ini. Doakan saya ya! 🙂 

_______________

Di dalam tulisan ini: 

@iswanarif , @arnandadw , @oliobags , @gumpnhell , duo Errik & Bang Benz, Irvan, Indira Elizabeth, @aswanwinarto , @renecc , Prof. Arief Budiman, @budihidajat88 , @andrea.chandra dan Mike John. 
(To be continued)

Pacitan, 28 Desember 2016

17. 37 WIB

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s