Ulang Tahun #ceritamblo Yang Pertama!

Sejak 16 Mei 2017 yang lalu, saya menerbitkan cerita pendek via Instagram Story dengan tagar #ceritajomblo. Tujuh bulan kemudian, tagarnya saya perpendek supaya lebih chic untuk didengar dan diucapkan menjadi #ceritamblo. 

IMG_8914.jpg  IMG_8915.jpg

Awalnya, saya hanya kepingin memanfaatkan fitur Instagram Story yang masa tampilnya hanya 24 jam. Pasalnya, saya bukan tipe user yang gemar update instant posts. Saya ini tipe yang memastikan content saya bagus sebelum memencet tombol ‘Publish’. Paling tidak, enak untuk saya pandang sendiri. Soal dapet ‘Likes’ atau enggak, saya nggak ambil pusing. 

Pada dasarnya, saya selalu menuangkan personal taste setiap kali saya membikin sesuatu, entah itu menulis lagu atau bernyanyi, menulis artikel atau cerita pendek, juga memotret objek atau membikin video. Semuanya selalu based on personal view saya. Makanya, kemudian terbersitlah ide untuk membagikan personal view saya sebagai seorang gadis lajang alias single alias jomblo. 

Ada beberapa hal yang saya pertimbangkan sebelum memutuskan untuk menggunakan terminologi ‘jomblo’ sebagai tagar. 

Pertama, karena saya sendiri seorang jomblo. Secara etimologi, kata lajang – single – jomblo – ketiganya mengandung makna serupa, hanya konotasinya saja yang kemudian bergeser mengikuti tren. Untuk sebagian orang, ini bisa jadi hal besar, tapi dari sudut pandang seorang penulis, ini cuma soal diksi. 🙂 

Kedua, saya sering mencelos mendapati teman- teman sesama lajang yang frustrasi karena didesak untuk segera berpasangan atau sekalian menikah. Padahal, hati kecil mereka berkata “Nanti dulu, masih ada yang ingin saya kerjakan.”

Tapi karena tekanan lingkungan dan dogma kultural yang lebih kuat ketimbang nyali, akhirnya mereka memilih untuk menyerah saja. 

Nah, format #ceritamblo ini adalah channel yang saya gunakan untuk menyampaikan sudut pandang saya sebagai seorang lajang. Sekali lagi, muatannya memang personal, jadi tidak bisa digeneralisasikan bahwa semua lajang di muka bumi ini satu suara dengan saya. 🙂 

Ketiga, tidak semua ide dan pemikiran bisa dibahas dengan format blog. Ada banyak bahasan yang bisa dibereskan dengan baris- baris pendek, atau perlu dibikin agak dramatis supaya penekanan pesannya lebih gamblang, atau bahkan perlu dimuati lelucon supaya bisa diterima oleh lebih banyak tipe orang. 

Keempat, saya cuma merasa orang- orang perlu tahu, bahwa ada banyak lajang yang benar- benar bahagia dan tulus menjalani hidup. Para lajang ini sadar betul dengan status mereka dan tidak ada masalah dengan itu. Sekaligus untuk mengikis stereotip yang ada di masyarakat bahwa setiap orang pasti dewasa, lalu menikah dan punya anak. 

“Menurut saya, itu salah.”

Menjadi dewasa, lalu menikah dan punya anak itu masuk kategori pilihan hidup. Pasalnya, semua orang pasti beranjak tua, tapi nggak serta merta dewasa. Katakanlah semua orang menikah, nggak ada jaminan juga pasti akan beranak. 

“Ini juga bukan soal menentang hukum Tuhan.” 

Wong Tuhan juga nggak pernah mengharuskan manusia untuk menikah. Yang Tuhan mau, kita hidup mengasihi sesama seperti kita mengasihi diri kita sendiri. Paling tidak, itulah yang tertulis di kitab suci agama saya. Dan, kalau mau mengelaborasi lebih jauh, representasi kasih itu ada banyak bentuknya, nggak melulu kasih dalam setting percintaan. 🙂

Kelima, saya ingin menyatakan dengan jelas bahwa setiap manusia – terlepas dari status lajang atau berpasangan – memiliki hak yang sama untuk dihormati. Perlakukanlah para lajang dengan penuh kepantasan. Jangan malah justru dijodoh- jodohin, karena ditelinga kami, itu terdengar seperti olok- olok. Kami sebenarnya risih. 

Kapan- kapan saya tulis lebih banyak tentang poin keempat dan kelima. Sekarang, saya cuma kepingin bahagia merayakan kelangsungan #ceritamblo. 🙂

Ya begitulah sejarah terbitnya #ceritamblo. 

Dan kalaupun suatu hari nanti saya bertemu dengan seorang pria baik hati lalu kami berdua saling setuju untuk menikah, #ceritamblo akan tetap ada. 🙂 

Selamat ulang tahun yang pertama ya, Mblo! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s