Siapa Tahu, …

Ini hari kedua saya di Bandung. Sejak kemarin, jalanan Bandung kosong. Sekosong perut saya pagi ini, pertanda lapar minta diisi. Tapi saya bingung mau makan apa. 

Lalu saya cek menu Go-Food. Pilihannya ya berkisar nasi kuning, bubur ayam, nasi timbel, nasi gudeg, kupat tahu, dan lontong kari. 

Waduh. Berat. Kalaupun ada yang berdaun, ya cuma berupa lembaran seledri untuk garnish saja. Pasalnya kalau saya nekat makan beginian sepagi ini, saya bisa-bisa kenyang sampai pukul 2 siang. Wong biasanya saya cuma sarapan semangkok semangka, paling banter juga setengah butir apel. 

Kepikir untuk berGo- Jek ke toserba Griya di jalan Pasteur. Lumayan, pasti bisa dapet apel atau pisang. Kalau beruntung bisa sekalian jajan cilok legendaris kesukaan saya dulu. 

Tapi, malas berbenah. Pasalnya, kurang dari 4 jam lagi toh saya juga bakal ke arah situ untuk ibadah hari minggu. Malas berbenah 2x. 

Sebenarnya, hotel yang saya tinggali juga dilengkapi dengan restoran. Tapi menunya ala-ala barat begitulah. Saya nggak terlalu berminat. 

Mereka juga menyediakan layanan sarapan, tapi menunya ya ngikut mereka. Perut saya belum tentu siap menerima makanan tak terduga. 

Akhirnya, saya memilih lapar saja. Nanti seberes ibadah baru akan pergi makan siang. Mungkin lebih baik kalau perut saya sekalian kosong. Siapa tahu, muat dimasuki nasi padang Sederhana. 😁✌🏼

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s